Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru

Dampak penyakit paru terhadap seseorang yang mengidap penyakit paru-paru sangat bervariasi tergantung pada sifat penyakitnya. Sensasi subjektif lapar udara sangat berbeda-beda, Sebagian pasien dengan penyakit paru hampir tidak menyadari dispnea (sesak napas) yang mereka derita. Penurunan toleransi terhadap aktivitas fisik sedemikian tidak kentaranya sehingga pasien mungkin tidak menyadari bahwa mereka mempunyai problem ini.

Hanya bila diminta untuk berusaha mengukur dispneanya barulah pasien-pasien ini menyadari kekurangan mereka. Pada pasien-pasien lainnya dispnea berkembang dengan sedemikian cepatnya sehingga mereka dapat mengalami depresi berat. Mereka menyadari bahwa hanya ada sedikit yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keadaan paru-paru mereka dengan demikian sangat mengubah gaya hidup mereka. Mereka menjadi tidak mampu bekerja dan banyak diantaranya terpaksa berhenti bekerja. Mereka tidak dapat lagi melakukan aktivitas fisik yang paling ringan sekalipun tanpa mengalami dispnea.

Sering kali pasien mengalami penyakit kronis paru karena risiko okupasional. Penyakit paru obstruktif menahun (COPD-chronic obstructive pulmonary disease) adalah semacam penyakit paru yang dapat dibagi menjadi 2 jenis : emfisema dan bronkitis kronis. Keduanya ditandai dengan perjalanan progresif lambat, obstruksi terhadap aliran udara, dan kerusakan parenkin paru-paru. Secara klasik, pasien dengan emfisema adalah “pink puffer” dengan ciri tubuh terlihat kurus dan lemah, menderita dispnea berat yang berkaitan dengan sedikit batuk dan produksi sputum. ‘Blue bloater’ yang klasik terutama menderita bronkitis. Ia sianosis dan menderita batuk produktif tetapi kurang terganggu oleh dispneanya, tetapi kebanyakan pasien COPD mempunyai ciri-ciri kedua jenis ini.

Paru Paru

Oksigen adalah napas kehidupan kita dan tanpa fungsi paru-paru yang memadai kehidupan kita tidak dapat dipertahankan. Pasien dengan penyakit paru-paru harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigenasi yang memadai.

Prevalensi penyakit paru-paru sangat besar. Diperkirakan bahwa lebih dari 80.000 orang di Amerika Serikat meninggal setiap tahun karena penyakit paru yang menahun, lebih dari 5 juta orang menderita gangguan fungsi paru-paru dan lebih dari 20 juta mempunyai gejala paru-paru.

Gambar bagian paru-paru pada manusia

Penyakit paru-paru timbul apabila paru-paru tidak dapat memberikan oksigenasi atau mengeluarkan karbondioksida secara memadai. Setiap gangguan fungsi ini menunjukkan fungsi respirasi abnormal. Dalam jangka waktu 24 jam, paru-paru memberikan oksigen kepada lebih dari 6000 liter di dalam paru-paru. Total luas permukaan alveolus paru-paru lebih luas daripada lapangan tenis.

Struktur dan Fisiologi

Dada membentuk suatu kotak ulang yang mengandung dan melindungi paru-paru, jantung dan esofagus ketika ia berjalan ke dalam lambung. Rangka dada terdiri dari 12 vertebra torakal, 12 pasang iga, klavikula dan strenum.

Paru-paru secara terus-menerus memberikan oksigen dan mengeluarkan kardondioksida dari sistem sirkulasi. Tenaga yang diperlukan untuk pernafasan berasal dari muskulus interkostal dan diafragma. Gerak terpadu otot-otot ini bekerja sebagai puputan untuk menarik udara maasuk ke dalam paru-paru. Ekspirasi terjadi secara pasif.

Paru-paru terbagi lagi menjadi beberapa lobus : lobus atas, lobus tengah dan bawah di kanan, dan atas dan bawah di kiri. Paru-paru dibungkus oleh suatu kantung tipis yang disebut pleura. Pleura viseralis terdapat tepat di atas parenkhim paru-paru, sedangkan pleura parietalis melapisi dinding dada. kedua permukaan pleura ini saling meluncur atau sama lain selama inspirasi dan ekspirasi. Ruang di anar kedua pleura ini disebut kavum pleura.