Penyebab Penyakit Paru Paru Kronik

bagian-bagian-paru-paru-manusiaFaktor risiko merupakan langkah penting dalam pencegahan dan penatalaksanaan penyakit paru paru kronik. Pada dasarnya semua risiko penyakit paru paru kronik merupakan hasil dari interaksi lingkungan dan gen. Berikut yang rentan terkena penyakit paru-paru kronik dilihat dari besar kecilnya risiko.

1. Rokok

Merokok merupakan faktor utama penyebab penyakit paru paru kronik. Risiko penyakit paru paru kronik pada perokok tergantung dari dosis rokok yang dihidap usia mulai merokok, jumlah batang rokok pertahun an lamanya merokok.

Namun begitu tidak semua perokok berkembang menjadi penyakit paru paru kronik secara klinis, karena dipengaruhi oleh faktor risiko genetik setiap individu. Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif pun tak luput dari ancaman penyakit paru paru kronik. Hal in terjadi peningkatan jumlah inhalasi pertikel dan gas.

Hubungan antara rokok dengan penyakit paru paru kronik merupakan hubungan dose response, lebih banyak batang rokok yang dihisap setiap hari dan lebih lama kebiasaan merokok tersebut maka risiko penyakit yang ditimbulkan akan lebih besar.

2. Polusi udara

Berbagai macam partikel dan gas yang terdapat di udara sekitar dapat menjadi penyebab terjadinya polusi udara. Ukuran dan macam partikel akab memberikan efek yang berbeda terhadap timbul dan beratnya penyakit paru paru kronik. Polusi udara terbagi menjadi polusi di dalam ruangan (asap rokok dan asap kompor), polusi di luar ruangan (asap buang kendaraan bermotor dan debu jalanan), polusi tempat kerja (bahan kimia, zat iritasi, gas beracun).

Namun polusi udara di dalam ruangan memberikan risiko lebih besar terjadinya penyakit paru-paru kronik dibandingkan denga polusi sulfat atau gas buang kendaraan. Bahan bakar biomass yang digunakan oleh perempuan untuk memasak sehingga meningkatkan prevalensi penyakit paru paru kronik pada permpuan bukan perokok di Asia dan Afrika.

3. Stress oksodatif

Paru selalu terpajan oleh oksidan dan endogen dan eksogen. Oksidan endogen timbul dari sel fagosit dan tipe sel lainnya sedangkan oksidan eksogen dari polutan dan asap rokok. Ketika keseimbangan antara oksidan dan antioksidan berubah bentuk, misalnya ekses oksidan dan atau deplesi antioksidan akan menimbulkan stres oksdatif. Stress oksidatif tidak hanya menimbulkan efek kerusakan pada paru tetapi juga menimbulkan aktifitas molekuler sebagai awal inflamasi paru. Jadi, ketidakseimbangan antara oksidan dan antioksidan memegang peranan penting pada patogenesis penyakit paru paru kronik.

4. Infeksi saluran napas bawah berulang

Infeksi virus dan bakteri berperan dalam patogenesis dan progresifitas penyakit paru paru kronik. Kolonisasi bakteri menyebabkan inflamasi jalan napas, berperan secara bermakna menimbulkan eksaserbasi. Infeksi saluran napas berat pada anak akan menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan meningkatakan gejala respirasi pada saat dewasa.

5. Tumbuh kembang paru

Pertumbuhan paru ini berhubungan dengan proses selama kehamilan, kelahiran, dan pajanan waktu kecil. Kecepatan maksimal penurunan fungsi paru seseorang adalah risiko untuk terjadinya penyakit paru paru kronik.

6. Asma

Asma kemungkinan sebagi faktor risiko terjadi penyakit paru paru kronil, walaupun beum dapat disimpulkan. Pada laporan “ The Tucson Epidemological Study” didapatkan bahwa orang dengan asma 12 kali lebih tinggi risiko terkena penyakit paru paru kronik daripada bukan asma meskipun telah berhenti merokok. Penelitian lain 20% dari asma akan berkembang menjadi penyakit paru paru kronik.

7. Gen

Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan bahwa faktor genetik mempengaruhi kerentanan timbulnya penyakit paru paru kronik.


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Paru Paru and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>