Penyakit Paru Paru Kronik

Penyakit paru paru kornik memang belum terlalu populer di Indonesia. Pengobatan penyakit paru paru pun sering tak dilakukan, apalagi pencegahan. Gejala penyakit paru paru kronis sering dianggap sebagi penyakit biasa. Padahal penyakit paru paru kornik merupakan penyakit ancaman kematian ketiga di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menunjukkan tahun 1990 penyakit paru paru kornik ini menempati urutan ke-6 sebagai penyebab utama kematian di dunia, dan tahun 2002 menempati urutan ke-3 setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker (WHO, 2002) di Amerika Serikat dibutuhkan dana sekitar kardiovaskuler dan kanker (WHO, 2002) di Amerika Serikat dibutuhkan dana sekitar 18 milliar US dollar setahun untuk penatalaksanaan penyakit paru-paru kronik dan biaya tak langsung sebesar 14 milliar US dollar dengan jumlah pasien sebanyak 16 juta orang dan lebih dari 100 ribu orang meninggal.

penyakit-alzheimer

Penyakit paru ini ditandai dengan keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas karena peradangan. Sifat penyakit ini progresif, paru-paru tak bakal bisa kembali normal. Dokter tak bisa menyembuhkan penyakit paru-paru kronik, hanya dapat menolong mengurangi gejala dan menghambat kerusakan paru.

Ada dua bentuk utama penyakit paru-paru kronik yaitu bronkitis kronis dan emfisema paru. Bronkits kronis adalah peradangan saluran napas kronis yang ditandai gejala batuk berdahak minimal 3 bulan dalam setahun dan sekurang-kurangnya terjadi dua tahun berturut-turut. Sementara itu, emfisema paru merupakan pelebaran alveoli (gelembung udara paru) disertai kerusakan dinding (septum interalveoler) hingga beberapa gelembung paru menyatu (overinflaasi). Ini mengakibatkan sesak napas menetap, dan semakin lama cenderung semakin berat. Gangguan pernapasan krnis penyakit paru-paru kornik seca progresif memperburuk fungsi paru dan membuat aliran udara terbatas, khsusunya saat mengeluarkan napas.

Penyakit paru paru kronik seringgkali timbul pada usia pertengahan akibat merokok dalam waktu yang lama. Penyakit paru kronik sendiri juga mempunyai efek sistemik yang bermakna sebagai petanda sudah terdapat kondisi penyakit lainnya.

Penyakit paru paru kornik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyebab penyakit paru paru kronik antara lain meningkatnya usia harapan hiudp dan semakin tingginya pajanan faktor risiko seperti faktor pejamu yang diduga berhubungan dengan kajadian penyakit paru paru kronik, semakin banyaknya jumlah perokok khsusunya pada kelompok usia muda, serta pencemaran udara di dalam raungana maupun di luar ruangan dan di tempat kerja.

The Asia Pasific COPD Roundtable Group memperkirakan, jumlah penderita penyakit paru-paru kronik sedang hingga berat di negara-negara Asia pasifik tahun 20026 mencapai 56,6 juta penderita dengan prevalensi 6,3%. Angka prevalensi berkisar 3,5-6,7% seperti China dengan angka kasus mencapai 38, 160 juta jiwa, angka ini bisa meningkat dengan makin banyaknya jumlah perokok karena 90% penderita penyakit paru-paru kronik adalah perokok atau mantan perokok.


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Paru Paru and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>