Cara Menjaga Kesehatan Paru Paru

Cara Menjaga Kesehatan Paru Paru – Penderita penyakit paru paru dianjurkan unuk lebih rajin merawat paru paru supaya awet dan dapat mempertahankan fungsinya. Berikut cara menjaga kesehatan paru paru :

 Cara Menjaga Kesehatan Paru Paru

Cara Menjaga Kesehatan Paru Paru

1. Pelajari cara bernapas yang benar

Konsultasikan dengan dokter atau ahli pernapasan mengenai cara bernapas yang benar dan efektif. Diskusikan pula bagaimana posisi dan teknik rileksasi yang dapat digunakan ketika napas Anda mulai sesak.

2. Banyak minum air putih

Pada pasien penyakit paru paru, lendir yang menggumpal di saluran pernapasan sulit dibersihkan dan dapat menyebabkan sesak napas. Untuk membesihkan paru paru dengan cara memperbanyak minum air putih.

3. Rutin olahraga

Mungkin agak sulit dilakukan oleh pasien penyakit paru paru namun olahraga rutin dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan memperkuat otot pernapasan Anda. Jangan memilih yang berat, cukup senam atua joging.

4. Konsumsi makanan sehat

Makanan yang sehat dapat memperkuat daya tahan tubuh.

5. Hindari asap rokok dan polusi

Perokok pasif berisiko terkena penyakit paru paru sama besarnya dengan perokok aktif. Karena itu, berusahalah lebih keras untuk menghindari asap rokok.

6. Rutin check up

Jangan malas memeriksakan kesehatan ke dokter. Periksakan selalu kondisi badan anda dalam jangka waktu tertentu. Meski merasa sehat, tidak ada salahnya check up, terutama untuk memantau kesehatan paru-paru.

Penyakit Paru-Paru

Beberapa penyakit paru-paru yang banyak terjadi adalah :

  1. Penyakit pneumonia
    Penyakit pneumonia merupakan penyakit radang paru-paru. Peradangan yang terjadi pada gelembung udara mikroskopik paru-paru ini adalah alvelous dan juga pada saluran udara yang terkecil yakni adalah dibagian bronkiolus yang disebut dengan pneumonia.
  2. Kanker paru-paru
    Penyakit kanker paru-paru ini terjadi akibat dari sel tidak normal di dalam paru-paru. Salah satu penyebab dari penyakit kanker paru-paru adalah asap rokok. Asap rokok banyak mengandung racun, karena asap rokok merupakan salah satu penyebab dari penyakit kanker paru-paru.
  3. Bronkitis
    Penyakit bronkitis merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat peradangan dibagian bronkus atau saluran yang bisa membawa udara menuju ke arah paru-paru. Penyebab dari penyakit bronkitis ini sendiri adalah karena infeksi bakteri, kuman serta akibat virus. Penyebab yang lainnya adalah karena debu, asap rokok dan akibat polutan udara. Gejala yang muncul dari penyakit ini adalah batuk yang terjadi dengan demam serta batuk berdahak warna kuning jika disebabkan oleh infeksi kuman.
  4. Emfisema
    Penyebab dari terjadinya emfisema adalah karena keelastisan dari alvelous yang mulai menghilang. Alvelous sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat di dalam paru-paru. Gejala yang muncul dari emfisema ini adalah sesak nafas yang terjadi dalam waktu lama dan tidak bisa teratasi dengan menggunakan obat yang digunakan oleh obat penyakit asma, obat nafsu makan menurun atau juga berat badan yang mengalami penurunan. Pencegahan yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan menghindari asap rokok yang merupakan salah satu langkah terbaik.
  5. Penyakit asma
    Penyakit asma disebabkan karena terjadinya penyempitan pada saluran pernapasan secara sementara yang bisa membuat penderita menjadi sulit untuk bernapas dengan baik. Penyempitan yan terjadi ini biasanya terjadi pada pembuluh tenggorokan. Selain itu, penyakit ini bisa terjadi akibat faktor genetik atau keturunan, terjadinya perubahan suhu, debu serta tingkat kelembapan, gerak badan yang berlebihan dan terjadinya ketegangan emosi. Penyakit paru-paru asma ini walau serangan sesak nafas bisa hilang degan sendirinya, namun untuk serangan yang berat jika tidak ditangani dengan langsung akan menimbulkan kematian.

Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Cara menjaga kesehatan paru-paru adalah salah satu bentuk yang bisa dilakukan dalam mencegah penyakit paru-paru. Menghindari penyebab dari penyakit paru-paru dengan menerapkan pola hidup yang sehat adalah sebagai salah satu bentuk awal dari menjaga kesehatan paru-paru.

Selain dengan cara-cara di atas dalam menjaga kesehata paru –paru. Asupan gizi juga penting bagi penderita penyakit paru-paru. Gizi juga penting sebagai penentu gejala, cacat dan prognosis dalam penyakit paru-paru. Kelebihan berat badan ataupun kurus bisa menjadi masalah. Gangguan keseimbangan elektrolit juga sering terjadi pada penyakit paru-paru karena berkurangnya fungsi muskulus respirasi sebagai akibat sekunder dari gangguan ventilasi.

Selain dengan cara menjaga kesehatan paru-paru. Penting adanya untuk menjaga asupan gizi dengan langkah-langkah cara menjaga kesehatan paru-paru berikut ini :

1. Jaga berat badan ideal

Kegemukan akan membuat jantung dan paru paru bekerja keras dan sulit bernapas. Berat badan berlebih juga memerlukan banyak oksigen. Untuk mencapai berat badam ideal, berolahraga teratur dan batasi asupan total kalori per hari. Yang harus diingat, konsumsi cukup kalori guna memproduksi energi secukupnya dann mencegah melemahnya otot-otot diafragma.

2. Minum air putih 6-8 gelas per hari

Kurangi kafein dari kopi, teh, cokelat, juga minuman bersoda. Kesemuanya dapat berinteraksi negatif dengan obat.

3. Konsumsi makanan sehat dan seimbang

Cukup serta dari sayuran, buah-buahan, gandum, kacang polong, serela dan lainnya.

4. Hindari makanan yang memproduksi banyak gas

Serprti minuman bersoda, makana gorengan berempah, melon, brokoli, kol, timun, jagung, lobak, bawang merah dan lainnya. Perut kembung membuat napas Anda tidak nyaman.

5. Konsumsi makanan banyak antioksidan

Asupan makanan yang mengandung antioksidan diharapkan akan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Terutama sayuran dan buah-buahan yang merupakan sumber antioksidan yang baik.

 Cara Menjaga Kesehatan Paru Paru

Posted in Penyakit Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Paru Paru

Gejala Penyakit Paru Paru – Di Indonesia, banyak orang tak meyadiri dirinya mengidap penyakit paru paru kronik. Memang pada mulanya penyakit paru paru kronik memperlihatkan gejala ringan yang sering diabaikan, misalnya batuk dan sesak nafas. Gejala ini terjadi menahun dan makin lama bertambah berat tak heran, banyak pasien baru ke dokter ketika sudah stadium lanjut. Kalaupun berobat, seringkali tidak langsung mendatangi spesialis paru paru, melainkan ke dokter umum dulu. Ini memberi waktu bagi penyakit paru paru untuk berkembang.

Gejala Penyakit Paru Paru

Gejala Penyakit Paru Paru

Penyakit Paru-Paru

Riwayat lengkap dan pemeriksaan fisik yang mendetail penting untuk menegakkan diagnosisi penyakit paru paru kronik. Gejala dari tanda penyakit paru paru kronik sangat bervariasi, mulai dari tanda dan gejala ringan hingga berat. Pada permiksaan fisis tidak ditemukan kelainan sampai ditemukan kelainan yang jelas dan tanda inflasi paru.

Penyakit paru paru kronik biasanya adalah perokok atau memiliki perokok berat selama 20 tahun atau lebih. Selain riwayat merokok, kondisi tersebut dapat mengindikasikan penyakit paru paru kronik. Selanjutnya, pasien disarankan melakukan tes spirometri untuk memastikan diagnosis penyakit paru paru. Indikator gejala tersebut tidak cukup untuk dijadikan diagnosis. Untuk menegakkan diagnosis penyakit paru paru, secara rinci diuraikan sebagai berikut dari gejala penyakit paru paru :

  1. Progresif (sesak bertambah berat seiring berjalannya waktu)
  2. Bertambah berat dengan aktivitas persistent (menetap sepanjang hari)
  3. Sesak yaitu perlu usaha untuk bernapas berat, sukar bernapas, dan napas terengah–engah
  4. Batuk kronik yakni hilang timbul dan mungkin tidak berdahak
  5. Batuk kronik berdahak. Setiap batuk kronik berdahak dapat mengindikasikan penyakit paru paru
  6. Riwayat terpajan faktor resiko, terutama asap rokok, debu dan bahan kimia di tempat kerja serta asap dapur.

Pemeriksaan Penyakit Paru-Paru

Pemeriksaan Gejala Penyakit Paru Paru umumnya dilakukan berbagai pemeriksaan penyakit paru paru, yakni :

1. Pemeriksaan fisis yang umunya tidak ada kelainan seperti :

a. Inspeksi
– Pursed-lips breathing ( mulut setengah terkatup/mencucu)
– Barrel chest (diameter anteroposterior dan transversal sebanding)
– Penggunaan otot bantu napas
– Pelebaran sel tiga
– Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena juguralis di leher dan edema tungkai
– Penampilan pink puffer
b. Palpasi. Pada emfisema fermitus melemah, sela iga melebar.
c. Perkusi. Pada emfisema hipersonor dan batas jantung mengecil, letak diafragma rendah, hepar terdorong ke bawah
d. Auskultasi, seperti suara napas vesikuler normal, atau melemah, terdapat mengi atau ronki pada waktu bernapas biasa atau pada ekspirasi paksa, ekspirasi memanjang, bunyi jantung terdengar jauh

2. Pemeriksaan rutin pun dilakuan untuk penyakit paru-paru dengan memeriksa :

– Faal paru dengan spirometer
– Laboratorium darah
– Radiologi

3. Pemeriksaan penunjang lanjutan pada penyakit paru paru

Karena beberapa penyakit paru lain dan penyakit jantung memiliki gejala yang mirip dengan penyakit paru paru, pemeriksaan rontgen, EKG dan sampel darah mungkin juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis dan menilai keparahan kondisi. Foto rontgen paru dapat menunjukkan kelainan-kelainan pada paru paru. Tes darah dapat menunjukkan tingkat oksigen yang rendah.

Jenis Penyakit Paru-Paru

Penyakit paru-paru sendiri terbagi menjadi beberapa macam. Beberapa macam penyakit paru-paru dan gejala penyakit paru-paru adalah :

  1. Penyakit asma
    Penyakit asma merupakan salah satu bentuk peradangan pada paru-paru yang bisa menimbulkan terjadinya sesak nafas dan juga terjadinya mengi dengan berulang. Penyakit asma merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru dengan gejala penyakit paru-paru seperti susah bernapas. Penyempitan yang menjadi semakin buruk akibat dari sekresi lendir dengan berlebihan. Penyebab dari penyakit asma adalah karena penyempitan pada saluran udara yang ada di dalam saluran paru-paru.
  2. Asbestosis
    Asbestosis merupakan salah satu jenis penyakiit paru-paru yang diakibatkan karena zat abses yang terhirup masuk ke dalam paru-paru sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan dengan tingkat yang berat. Dalam beberapa kasus asbestosis bisa terjadi penyakit kanker paru-paru. Dan selain itu juga keberadaan dari penyakit tumor ganas yang ada di dalam paru-paru yang disebut dengan istilah kanker paru-paru. Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang paling umum terjadi di dunia dan biasanya lebih dari 1 juta kasus baru yang ditemukan dalam setiap tahunnya!
  3. Penyakit bronkitis
    Penyakit paru-paru bronkitis ini terjadi pada saluran udara paru-paru yang mengalami peradangan akibat dari merokok. Jarang sekali infeksi akut yang terjadi secara berulang akan menimbulkan penyakit bronkitis kronis. Penyakit bronkitis kronis, bronkus saluran udara yang paling utama menuju ke arah paru-paru mengalami peradangan, pembengkakan, dan juga penyempitan akibat dari terjadinya suatu iritasi dari asap tembakau, infeksi yang terjadi secara berulang, dan juga paparan yang lebih lama pada zat polutan.
  4. Efusi pleura
    Jenis penyakit paru-paru nyang satu ini ditandai dengan gejala penyakit paru-paru seperti cairan yang berlebihan di dalam membran yang berlapis ganda yang bisa mengelilingi paru-paru yang disebut dengan efusi pleura. Dua lapis dari membran yang melapisi paru-paru atau juga pleura yang dilumasi dengan sedikit cairan yang kemungkinan membuat paru-paru menjadi berkembang dan bisa berkontraksi secara halus di dalam dinding dada. Dan infeksi yang terjadi seperti pneumonia dan juga penyakit tbc, gagal jantung, dan beberapa penyakit kanker akan menimbulkan terjadinya penggumpalan pada cairan antara pleura. Jumlahnya ini bisa mencapai 3 liter yang kemudian akan menekan paru-paru.

Gejala Penyakit Paru Paru

Posted in Penyakit Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Paru Paru Kronik

Penyebab Penyakit Paru Paru Kronik – Faktor risiko merupakan langkah penting dalam pencegahan dan penatalaksanaan penyakit paru paru kronik. Pada dasarnya semua risiko penyakit paru paru kronik merupakan hasil dari interaksi lingkungan dan gen. Berikut yang rentan terkena penyakit paru-paru kronik dilihat dari besar kecilnya risiko.

Penyebab Penyakit Paru Paru Kronik

Penyebab Penyakit Paru Paru Kronik

Penyebab Penyakit Paru-Paru

1. Rokok

Merokok merupakan faktor utama penyebab penyakit paru paru kronik. Risiko penyakit paru paru kronik pada perokok tergantung dari dosis rokok yang dihidap usia mulai merokok, jumlah batang rokok pertahun an lamanya merokok.

Namun begitu tidak semua perokok berkembang menjadi penyakit paru paru kronik secara klinis, karena dipengaruhi oleh faktor risiko genetik setiap individu. Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif pun tak luput dari ancaman penyakit paru paru kronik. Hal in terjadi peningkatan jumlah inhalasi pertikel dan gas.

Hubungan antara rokok dengan penyakit paru paru kronik merupakan hubungan dose response, lebih banyak batang rokok yang dihisap setiap hari dan lebih lama kebiasaan merokok tersebut maka risiko penyakit yang ditimbulkan akan lebih besar.

2. Polusi udara

Berbagai macam partikel dan gas yang terdapat di udara sekitar dapat menjadi penyebab terjadinya polusi udara. Penyebab Penyakit Paru Paru Kronik adalah Ukuran dan macam partikel akab memberikan efek yang berbeda terhadap timbul dan beratnya penyakit paru paru kronik. Polusi udara terbagi menjadi polusi di dalam ruangan (asap rokok dan asap kompor), polusi di luar ruangan (asap buang kendaraan bermotor dan debu jalanan), polusi tempat kerja (bahan kimia, zat iritasi, gas beracun).

Namun polusi udara di dalam ruangan memberikan risiko lebih besar terjadinya penyakit paru-paru kronik dibandingkan denga polusi sulfat atau gas buang kendaraan. Bahan bakar biomass yang digunakan oleh perempuan untuk memasak sehingga meningkatkan prevalensi penyakit paru paru kronik pada permpuan bukan perokok di Asia dan Afrika.

3. Stress oksodatif

Paru selalu terpajan oleh oksidan dan endogen dan eksogen. Penyebab Penyakit Paru Paru Kronik adalah Oksidan endogen timbul dari sel fagosit dan tipe sel lainnya sedangkan oksidan eksogen dari polutan dan asap rokok. Ketika keseimbangan antara oksidan dan antioksidan berubah bentuk, misalnya ekses oksidan dan atau deplesi antioksidan akan menimbulkan stres oksdatif. Stress oksidatif tidak hanya menimbulkan efek kerusakan pada paru tetapi juga menimbulkan aktifitas molekuler sebagai awal inflamasi paru. Jadi, ketidakseimbangan antara oksidan dan antioksidan memegang peranan penting pada patogenesis penyakit paru paru kronik.

4. Infeksi saluran napas bawah berulang

Infeksi virus dan bakteri berperan dalam patogenesis dan progresifitas penyakit paru paru kronik. Kolonisasi bakteri menyebabkan inflamasi jalan napas, berperan secara bermakna menimbulkan eksaserbasi. Infeksi saluran napas berat pada anak akan menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan meningkatakan gejala respirasi pada saat dewasa.

5. Tumbuh kembang paru

Pertumbuhan paru ini berhubungan dengan proses selama kehamilan, kelahiran, dan pajanan waktu kecil. Kecepatan maksimal penurunan fungsi paru seseorang adalah risiko untuk terjadinya penyakit paru paru kronik.

6. Asma

Penyakit Asma kemungkinan sebagi faktor risiko terjadi penyakit paru paru kronil, walaupun beum dapat disimpulkan. Pada laporan “ The Tucson Epidemological Study” didapatkan bahwa orang dengan asma 12 kali lebih tinggi risiko terkena penyakit paru paru kronik daripada bukan asma meskipun telah berhenti merokok. Penelitian lain 20% dari asma akan berkembang menjadi penyakit paru paru kronik.

7. Gen

Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan bahwa faktor genetik mempengaruhi kerentanan timbulnya penyakit paru paru kronik.]

Cara Mencegah Penyakit Paru-Paru

Cara mencegah penyebab penyakit paru-paru kronis adalah dengan melakukan beberapa hal dibawah ini :

  1. Mengurangi paparan langsung zat klorin
    Zat klorin bukan berasal dari makanan saja yang kita makan dalam kehidupan sehari-hari, namun bisa juga berasal dari udara yang sedang kita hirup. Zat klorin sendiri banyak terdapat di dalam kolam renang misalnya air keran PDAM. Jadi, dalam membantu mengurangi jumlah klorin maka Anda bisa memasang filter atau penyaring di dalam keran rumah Anda.
  2. Mengurangi makanan yang bisa mencetuskan lendir
    Makanan-makanan yang bisa mencetuskan lendir adalah makanan seperti cokelat. Karena makanan-makanan yang bisa mencetuskan lendir akan mengurangi kapasitas yang bisa disimpan di dalam paru-paru. Selain makanan yang mengandung gula tinggi, makanan yang terbuat dari bahan kimia juga bisa menjadi salah satu penyebab penyakit paru-paru kornis.
  3. Hindari minuman serta makanan yang dingin
    Jaringan dari paru-paru yang sangat sensitif pada sesuatu hal yang dingin. Oleh sebab itulah, maka sebaiknya Anda mengurangi asupan makanan dan minuman yang dingin.
  4. Mengelola stres
    Cara mengatasi stress dengan cara mengelolanya dengan baik. Karena paru-paru sangat berhubungan dengan keadaan dari emosi Anda, jika Anda mengalami depresi, kecemasan, ketakutan dan kesedihan maka hal ini juga akan berhubungan dan berdampak pada kesehatan paru-paru Anda.
  5. Mengoptimalkan bernapas dengan hidung
    Penyaring atau filter yang ada di dalam rongga hidung akan membantu untuk bisa menyaring, melembabkan dan juga membantu menghangatkan udara yang sedang Anda hirup. Dan dengan cara bernapas lewat hidung, maka udara yang masuk ke dalam hidung akan bisa tersaring lebih bersih lagi.

Itulah informasi mengenai penyebab penyakit paru-paru kronis dan cara mencegahnya.

Penyebab Penyakit Paru Paru Kronik

Penyakit Paru Paru Kronik

Posted in Penyakit Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Paru Paru Kronik

Penyakit paru paru kronik memang belum terlalu populer di Indonesia. Pengobatan penyakit paru paru pun sering tak dilakukan, apalagi pencegahan. Gejala penyakit paru paru kronis sering dianggap sebagi penyakit biasa. Padahal penyakit paru paru kornik merupakan penyakit ancaman kematian ketiga di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menunjukkan tahun 1990 penyakit paru paru kornik ini menempati urutan ke-6 sebagai penyebab utama kematian di dunia, dan tahun 2002 menempati urutan ke-3 setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker (WHO, 2002) di Amerika Serikat dibutuhkan dana sekitar kardiovaskuler dan penyakit kanker(WHO, 2002) di Amerika Serikat dibutuhkan dana sekitar 18 milliar US dollar setahun untuk penatalaksanaan penyakit paru-paru kronik dan biaya tak langsung sebesar 14 milliar US dollar dengan jumlah pasien sebanyak 16 juta orang dan lebih dari 100 ribu orang meninggal.

Penyakit Paru Paru Kronik

Penyakit Paru Paru Kronik

Penyakit Paru-Paru

Penyakit paru ini ditandai dengan keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas karena peradangan. Sifat penyakit ini progresif, paru-paru tak bakal bisa kembali normal. Dokter tak bisa menyembuhkan penyakit paru-paru kronik, hanya dapat menolong mengurangi gejala dan menghambat kerusakan paru.

Ada dua bentuk utama penyakit paru-paru kronik yaitu bronkitis kronis dan emfisema paru. Bronkits kronis adalah peradangan saluran napas kronis yang ditandai gejala batuk berdahak minimal 3 bulan dalam setahun dan sekurang-kurangnya terjadi dua tahun berturut-turut. Sementara itu, emfisema paru merupakan pelebaran alveoli (gelembung udara paru) disertai kerusakan dinding (septum interalveoler) hingga beberapa gelembung paru menyatu (overinflaasi). Ini mengakibatkan sesak napas menetap, dan semakin lama cenderung semakin berat. Gangguan pernapasan krnis penyakit paru-paru kornik seca progresif memperburuk fungsi paru dan membuat aliran udara terbatas, khsusunya saat mengeluarkan napas.

Penyakit paru paru kronik seringgkali timbul pada usia pertengahan akibat merokok dalam waktu yang lama. Penyakit paru kronik sendiri juga mempunyai efek sistemik yang bermakna sebagai petanda sudah terdapat kondisi penyakit lainnya.

Penyakit paru paru kornik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyebab penyakit paru paru kronik antara lain meningkatnya usia harapan hiudp dan semakin tingginya pajanan faktor risiko seperti faktor pejamu yang diduga berhubungan dengan kajadian penyakit paru paru kronik, semakin banyaknya jumlah perokok khsusunya pada kelompok usia muda, serta pencemaran udara di dalam ruangan maupun di luar ruangan dan di tempat kerja.

The Asia Pasific COPD Roundtable Group memperkirakan, jumlah penderita penyakit paru-paru kronik sedang hingga berat di negara-negara Asia pasifik tahun 20026 mencapai 56,6 juta penderita dengan prevalensi 6,3%. Angka prevalensi berkisar 3,5-6,7% seperti China dengan angka kasus mencapai 38, 160 juta jiwa, angka ini bisa meningkat dengan makin banyaknya jumlah perokok karena 90% penderita penyakit paru-paru kronik adalah perokok atau mantan perokok.

Salah satu jenis penyakit paru-paru kronik adalah penyakit paru-paru obstruktif kronik. Penyakit ini mempunyai karakteristik dalam keterbatasan jalan napas yang tidak bisa dengan sepenuhnya reversibel. PPOK atau penyakit paru-paru obstruktif kronis ini adalah salah satu bentuk dari kelainan dalam jangka panjang dimana terjadinya suatu kerusakan pada jaringan paru-paru dengan lebih progresif dengan gejala sesak nafas yang malah menjadi semakin berat. PPOK yang paling utama meliputi penyakit bronkitis kronik, emfisema, dan terjadinya kelainan yang biasanya berbarengan. Gejala yang paling utama dari penyakit ini adalah sesak nafas, batuk, produksi dari riak atau dahak. Sputum merupakan salah satu bahan yang dikeluarkan lewat paru, bronhus, dan juga lewat trachea yang berasal dari mulut. Biasanya juga disebut dengan istilah expectotarium. Penyebab dari penyakit paru-paru obstruktif kronik ini adalah udara yang masuk dan juga keluar dari paru-paru biasanya mengalami hambatan dan kemampuan paru-paru untuk bisa mengambil oksigen dalam memenuhi kebutuhan yang secara normal dari kebutuhan tubuh yang sekarang. Dan sejauh ini faktor penyumbang yang paling besar dari penyakit ini adalah akibat merokok.

Selain itu, penyakit paru-paru kronik yang tidak diatasi dengan segera akan meungkinkan terjadinya penyakit kanker paru-paru. Penyakit kanker paru-paru ditandai dengan adanya keberadaan tumor ganas di dalam paru-paru. Kanker paru-paru merupakan salah satu bentuk kanker yang paling umum di dunia dan biasanya terjadi lebih dari 1 juta kasus yang baru yang ditemukan dalam setiap tahunnya. Penyebab dari penyakit kanker paru-par ini adalah karena rokok. Kebanyakan dari zat iritan yang ada di dalam rokok yang terhirup saat sedang bernapas bisa memicu terjadinya pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam paru-paru, namun rokok sendiri banyak mengandung ribuan zat penyebab kanker atau yang disebut dengan zat karsinogen. Untuk kasus yang sangat jarang, penyakit kanker paru-paru ini disebabkan karna asbes, zat kimia yang sangat beracun dan juga akibat dari gas radioaktif radon. Dan seperti penyakit kanker yang lain, penyakit kanker paru-paru juga bisa dipicu dari adanya faktor genetik dan juga terjadinya suatu penerapan gaya hidup yang salah dan tidak sehat misalnya adalah seperti merokok dan juga mengonsumsi minuman yang berlakohol dan kurang melakukan aktivitas olahraga. Gejala awal yang muncul adalah sifatnya tidak spesifik. Namun, biasanya batuk yang terjadi secara terus menerus merupakan salah satu gejala awal.

Penyakit Paru Paru Kronik

Posted in Penyakit Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru

Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru – Penyakit paru-paru merupakan salah satu penyakit menular namun dapat disembuhkan. Penderita penyakit paru-paru harus senantiasa rutin konsumsi obat sesuai dengan resep dokter selama 6 bulan dengan tujuan membasmi segala bentuk penyebab dari penyakit paru-paru.

Oksigen adalah napas kehidupan kita dan tanpa fungsi paru-paru yang memadai kehidupan kita tidak dapat dipertahankan. Pasien dengan penyakit paru-paru harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigenasi yang memadai.

Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru

Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru

Penyakit Paru-Paru

Prevalensi penyakit paru-paru sangat besar. Diperkirakan bahwa lebih dari 80.000 orang di Amerika Serikat meninggal setiap tahun karena penyakit paru yang menahun, lebih dari 5 juta orang menderita gangguan fungsi paru-paru dan lebih dari 20 juta mempunyai gejala paru-paru.

Penyakit paru-paru timbul apabila paru-paru tidak dapat memberikan oksigenasi atau mengeluarkan karbondioksida secara memadai. Setiap gangguan fungsi ini menunjukkan fungsi respirasi abnormal. Dalam jangka waktu 24 jam, paru-paru memberikan oksigen kepada lebih dari 6000 liter di dalam paru-paru. Total luas permukaan alveolus paru-paru lebih luas daripada lapangan tenis.

Struktur dan Fisiologi Paru-Paru

Dada membentuk suatu kotak ulang yang mengandung dan melindungi paru-paru, jantung dan esofagus ketika ia berjalan ke dalam lambung. Rangka dada terdiri dari 12 vertebra torakal, 12 pasang iga, klavikula dan strenum.

Paru-paru secara terus-menerus memberikan oksigen dan mengeluarkan kardondioksida dari sistem sirkulasi. Tenaga yang diperlukan untuk pernafasan berasal dari muskulus interkostal dan diafragma. Gerak terpadu otot-otot ini bekerja sebagai puputan untuk menarik udara maasuk ke dalam paru-paru. Ekspirasi terjadi secara pasif.

Paru-paru terbagi lagi menjadi beberapa lobus : lobus atas, lobus tengah dan bawah di kanan, dan atas dan bawah di kiri. Paru-paru dibungkus oleh suatu kantung tipis yang disebut pleura. Pleura viseralis terdapat tepat di atas parenkhim paru-paru, sedangkan pleura parietalis melapisi dinding dada. kedua permukaan pleura ini saling meluncur atau sama lain selama inspirasi dan ekspirasi. Ruang di anar kedua pleura ini disebut kavum pleura.

Paru-paru adalah bagian organ tubuh manusia yang sangat penting keberadaannya, paru-paru berfungsi sebagai alat untuk bernapas. Paru-paru terletak di rongga dada yaitu paru kanan dan kiri. Paru-paru juga merupakan organ tubuh yang sangat rentan terhadap serangan berbagai penyakit.

Gangguan di paru-paru dapat berasal dari penyakit di organ paru itu sediri atau berasal dari organ lain, misalnya :

  • Kelaianan di ginjal
  • Penyebaran kanker
  • Kelainan gagal jantung yang berat
  • Kelainan di hati

Gejala Penyakit Paru-Paru

Seseorang yang terkena penyakit paru-paru umumnya menunjukkan gejala atau ciri yang mudah dikenali, seperti :

  • Bentuk punggung yang membungkuk, karena nafas yang sulit
  • Badan terlihat kurus
  • Cepat merasa lelah
  • Sering mengalami nyeri di bagian dada, terutama saat menarik napas
  • Seseorang yang mengidap penyakit sesak napas
  • Badan terasa panas, seperti orang demam terutama di malam hari
  • Selera makan yang mengalami penurunan
  • Berkeringgat di malam hari
  • Mengalami batuk yang terus menerus selama lebih dari 2 minggu, terkadang disertai dahak
  • Batuk berdarah

Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru

Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru terhadap seseorang yang mengidap penyakit paru-paru sangat bervariasi tergantung pada sifat penyakitnya. Sensasi subjektif lapar udara sangat berbeda-beda, Sebagian pasien dengan penyakit paru hampir tidak menyadari dispnea (sesak napas) yang mereka derita. Penurunan toleransi terhadap aktivitas fisik sedemikian tidak kentaranya sehingga pasien mungkin tidak menyadari bahwa mereka mempunyai problem ini.

Hanya bila diminta untuk berusaha mengukur dispneanya barulah pasien-pasien ini menyadari kekurangan mereka. Pada pasien-pasien lainnya dispnea berkembang dengan sedemikian cepatnya sehingga mereka dapat mengalami depresi berat. Mereka menyadari bahwa hanya ada sedikit yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keadaan paru-paru mereka dengan demikian sangat mengubah gaya hidup mereka. Mereka menjadi tidak mampu bekerja dan banyak diantaranya terpaksa berhenti bekerja. Mereka tidak dapat lagi melakukan aktivitas fisik yang paling ringan sekalipun tanpa mengalami dispnea.

Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru dengan Sering kali pasien mengalami penyakit kronis paru karena risiko okupasional. Penyakit paru obstruktif menahun (COPD-chronic obstructive pulmonary disease) adalah semacam penyakit paru yang dapat dibagi menjadi 2 jenis : emfisema dan bronkitis kronis. Keduanya ditandai dengan perjalanan progresif lambat, obstruksi terhadap aliran udara, dan kerusakan parenkin paru-paru. Secara klasik, pasien dengan emfisema adalah “pink puffer” dengan ciri tubuh terlihat kurus dan lemah, menderita dispnea berat yang berkaitan dengan sedikit batuk dan produksi sputum. ‘Blue bloater’ yang klasik terutama menderita bronkitis. Ia sianosis dan menderita batuk produktif tetapi kurang terganggu oleh dispneanya, tetapi kebanyakan pasien COPD mempunyai ciri-ciri kedua jenis ini.

Dampak buruk penyakit paru-paru harus segera diatasi dan harus segera disingkirkan karena untuk meminimalisir terjadinya gejala penyakit paru-paru yang semakin parah yang berujung pada kematian. Karena kematian yang terjadi akibat penyakit paru-paru bukan tidak banyak jumlahnya. Dengan mengenai penyebab, gejala, serta solusi dari penyakit paru-paru maka akan memberikan suatu gambaran apa saja yang harus kita lakukan untuk bisa mencegah dan juga menghindari diri dari serangan penyakit paru-paru yang akan menimbulkan sesuatu berakibat fatal seperti terjadinya kematian. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter Anda untuk bisa mendapatkan pengobatan dan deteksi dini dengan secepat mungkin.

Dampak Buruk Penyakit Paru-Paru

Posted in Penyakit Paru Paru | Tagged , , | Leave a comment